<data:blog.pageTitle/>

This Page

has moved to a new address:

https://www.portal-it.com

Sorry for the inconvenience…

Redirection provided by Blogger to WordPress Migration Service
Home | www.Portal-IT.com: November 2021

Sunday, 28 November 2021

Keuntungan Menjadi Investor Saham?

pixabay.com

Sekarang Anda sudah mengerti apa itu saham. Selanjutnya, apa untungnya menjadi investor saham? Terdapat dua jenis keuntungan yang dapat diperoleh dari hasil in- vestasi saham, yaitu dividen dan capital gain. Total Keuntungan Capital Gain + Dividen Kita sudah belajar, ketika perusahaan memperoleh laba atau keuntungan dari hasil usahanya maka perusahaan tersebut dapat membagikan sebagian dari laba tersebut kepada pe- megang saham berupa dividen. 

Sisa laba yang tidak dibagi- kan kepada pemegang saham akan digunakan untuk operasi perusahaan tersebut, sehingga perusahaan tersebut dapat terus bertumbuh menjadi besar tanpa harus mencari dana eksternal. Sebagai contoh, PT X memperoleh keuntungan Rpl00 miliar sepanjang tahun 2015. Kemudian sebesar 40% disepakati untuk dibagikan kepada para pemilik atau pemegang saham. Artinya Rp40 miliar akan dibagikan kepada pemegang sa- ham sesuai jumlah lembar saham yang dimilikinya.

Semen- tara sisanya, Rp60 miliar, kembali digunakan untuk operasi perusahaan. Keuntungan lain yang diperoleh dari investasi saham adalah capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang dihasilkan dari selisih harga 2 pembelian saham dan harga penjualan saham tersebut. Sebagai contoh, jika Anda membeli saham perusahaan X dengan harga Rp1.000 per lembar, kemudian menjualnya dengan harga Rp1.500 per lembar, artinya Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp500 per lembar saham.Membeli Saham = Membeli Perusahaan BUKAN Membeli Angka Setelah memahami filosofi saham, kita menjadi mengerti bahwa membeli saham berarti membeli sebuah perusaha- an, bukan sekadar membeli angka-angka. 

Oleh karena itu, dalam berinvestasi saham, kita harus mencermati apakah perusahaan yang akan kita beli merupakan perusahaan yang sehat dan layak dibeli pada harga yang wajar. Pembeli saham yang tidak mencermati kondisi perusahaan yang akan dibelinya dan hanya membeli angka harga saham, sama saja dengan penjudi atau pemain lotre yang membeli angka.

 Lalu, bagaimana mengetahui apakah perusahaan tersebut layak dibeli atau tidak? 

Pada bab-bab selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana memilih perusahaan yang sehat pa- da harga yang wajar, serta kita akan mempelajari kebijakan investasi yang baik. Oleh sebab itu, dalam berinvestasi saham, kita harus belajar terlebih dahulu sebelum kita memulai ber- investasi sehingga kita dapat mendapatkan saham yang tepat serta dengan harga yang sesuai. 

Jika kita tidak belajar terlebih dahulu, sama saja kita terjun ke dalam jurang, karena investasi saham sangatlah berisiko bagi orang yang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang saham. Kita harus banyak membaca buku yang berhubungan dengan investasi jika kita ingin berhasil dalam berinvestasi. Dengan bekal pengetahuan, kita akan menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan investasi.

Mengapa Harga Saham di Bursa Bergerak? 

Transaksi pasar sekunder merupakan transaksi yang terjadi di bursa saham setiap harinya. Harga yang terbentuk ber- asal dari kesepakatan antara pemilik saham dengan pem- beli saham. Ketika mereka bertransaksi, harga yang terjadi tersebut akan dicatat dibursa sebagai last price. 

Sehingga, jika kita melihat harga saham bergerak dari menit ke menit, artinya pada menit tersebut telah terjadi transaksi jual beli saham dengan harga tertentu. Sebagai contoh, pada jam 10:00 terjadi kesepakatan antara pemilik saham dan pembeli saham untuk bertransaksi saham TLKM dengan harga Rp2.500. Kemudian, jam 11.00 ada lagi kesepakatan antara pembeli dan penjual di harga Rp2.550, dan seterusnya. Sehingga, dari harga-harga transaksi yang telah terjadi itulah grafik harga saham terbentuk.

Labels: ,

Friday, 26 November 2021

Apa itu pasar modal, ini jawabannya

pixabay.com

Sebelum kita memulai berinvestasi di dunia saham, sangat baik jika kita memahami filosofi saham terlebih dahulu, sehingga kita memiliki cara pandang yang benar dan dapat mengambil keputusan investasi dengan bijak. Secara sederhana, saham merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan. Jadi, jika Anda membeli saham sebuah perusahaan X, artinya Anda adalah salah satu pemilik peru- sahaan X tersebut. 

Apa itu pasar modal 

 Suatu perusahaan memerlukan dana segar untuk melakukan ekspansi, seperti membangun pabrik baru, memperluar jaringan jaringan distribusi, dan keperluan lainnya. utuk mendapatkan dana segar perusahaan memiliki beberapa alternatif sumber dana seperti utang dari bank, menerbitkan obligasi, atau menjual saham kepada publik melalui IPO (Intial Public Offering/penawaran umum perdana). inilah yang disebut pasar modal, yang berarti tempat perusahaan mencari modal.

misalnya PT.satudua ingin membangun pabrik baru karena permintaan produknya sangat tinggi sehingga kapasitas produksi yang sudah berjalan tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan. oleh karena itu PT.satudua harus  membangun pabrik baruyang tentunya membutuhkan dana besar. ada 3 alternatif sumber pendanaan yakni pinjam bank, terbitkan surat utang atau obligasi, dan IPO Saham.

Setelah direktur keuangan PT satudua mempertimbangkan secara cermat, diputuskan untuk menjual saham sebagai alternatif pilihan sumber pendanaan. PT satudua memutuskan untuk IPO atau menawarkan sahamnya kepada publik melalui bursa saham. PT satudua akan menerbitkan saham sebanyak 1 juta lembar, dengan harga Rp5.000 per lembar saham. Artinya, PT satudua akan mengumpulkan uang sebanyak Rp5 miliar untuk membangun pabrik baru. Dari total 1 juta lembar saham yang ditawarkan, masyara- kat membeli saham tersebut. Sebagai contoh, Rini membeli 1.000 lembar, artinya Rini mengeluarkan uang Rp5 juta untuk membeli saham PT satudua karena harga per lembarnya Rp5.000. Selanjutnya Tono membeli 500 lembar, dan se- terusnya, sampai PT satudua menjual seluruh 1 juta lembar saham yang ditawarkan, sehingga terkumpul dana sebanyak Rp5 miliar.

Publik membeli saham perusahaan tersebut melalui IPO. Selanjutnya dana yang berhasil dikumpulkan perusahaan dari IPO tersebut digunakan untuk ekspansi dan operasi > perusahaan, seperti membangun pabrik baru, mendanai sebuah proyek, dan lain-lain. Publik yang membeli saham tersebut kemudian akan tercatat sebagai pemegang saham atau pemilik perusahaan tersebut. Transaksi penjualan saham melalui IPO disebut mekanisme pasar primer. Secara sederhana, transaksi pada pasar primer terjadi ketika publik membeli saham secara langsung dari perusahaan keti- ka perusahaan tersebut pertama kali menawarkan saham- nya ke publik, sehingga uangnya diterima oleh perusahaan tersebut. Seseorang yang memiliki saham sebuah perusaha- an dapat kembali menjual hak kepemilikan perusahaan (saham) tersebut kepada orang lain. Dengan demikian hak kepemilikan perusahaan tersebut akan berpindah tangan. Misalnya, Rini sedang membutuhkan uang, sehingga ia dapat menjual sahamnya ke orang lain melalui bursa. Transaksi penjualan ini disebut mekanisme pasar se- kunder, yaitu transaksi jual beli saham yang terjadi antara satu pihak dengan pihak lain.

Pemegang Saham adalah Pemilik Perusahaan 

Dengan menjadi pemegang saham, Anda menjadi pemilik perusahaan tersebut. Apa untungnya? Keuntungan bisa di- peroleh ketika perusahaan tersebut mendapatkan profit dari hasil operasinya. Maka profit akan dibagikan kepada pe- megang saham, atau yang dikenal dengan istilah dividen. Misalnya, PT XYZ memiliki jumlah saham yang beredar atau lembar saham yang telah diterbitkan sebanyak 10 juta lembar saham. Pada tahun 2015, PT XYZ mendapatkan keuntungan atau profit sebesar Rp2 miliar dari hasil usahanya. Keuntung- an tersebut disetujui untuk dibagikan seluruhnya kepada pemegang saham. Artinya, setiap lembar sahamnya berhak mendapat keuntungan sebesar Rp200 per lembar (Rp2 miliar/10 juta lembar saham). 

Keuntungan per lembar biasa disebut sebagai EPS (Earning per Share). Sehingga, investor yang memiliki 1.000 lembar saham berhak atas Rp200.000 dividen (1.000 lembar dikali EPS Rp200). Jika Anda memiliki 100.000 lembar, maka Anda berhak atas Rp20 juta dividen, dan seterusnya. Dengan mekanisme di atas, sangat jelas bahwa pemegang saham adalah pemilik perusahaan tersebut. Keuntungan sebuah perusahaan adalah hak pemiliknya, dan pemiliknya adalah pemegang saham. Sehingga, jika sebuah saham berpindah tangan atau beralih kepemilikan kepada pihak lain, maka investor yang tercatat sebagai pemegang saham itulah yang berhak atas dividen perusahaan tersebut.

Jika melihat perusahaan-perusahaan raksasa seperti Astra, Indofood, mungkin orang awam yang belum mengerti filosofi saham dan pasar modal akan berpikir "Wow, siapa pemilik perusahaan tersebut?" Jawabannya adalah perusahaan tersebut dimiliki oleh para pemegang saham yang jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan orang yang memiliki saham perusahaan tersebut. 

Jika membeli saham, pastilah perusahaan yang Anda beli berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Perusahaan dalam bentuk Perseroan Terbatas dibagi menjadi dua, yaitu PT tertutup dan PT terbuka. PT tertutup artinya saham perusahaan tersebut tidak dijual kepada publik atau ma- syarakat luas.Sedangkan PT terbuka memungkinkan ma- syarakat luas untuk membeli saham perusahaan tersebut melalui bursa saham. Oleh karena itu, pemilik perusahaan PT terbuka sangat banyak.

 Berikut saya akan berikan contoh struktur kepemilikan perusahaan yang sudah go public.

data BRPT rti busines 

Dari data diatas terlihat bahwa masyarakat memiliki 28,55% perusahaan yang terdiri dari 26,771,230,174 lembar saham. dari total tersebut ada yang memiliki hanya 100 lembar, 1000 lembar, 10,000 lembar, 100.000 lembar. sebagai contoh apabila harga saham BRPT senilai 10.000 per lembar artinya jika anda membeli 100 lembar dengan 1,000,000, anda sudah menjadi salah satu pemilk BRPT

Labels: ,