<data:blog.pageTitle/>

This Page

has moved to a new address:

https://www.portal-it.com

Sorry for the inconvenience…

Redirection provided by Blogger to WordPress Migration Service
Home | www.Portal-IT.com

Friday, 18 June 2021

Jenis-jenis Konfigurasi Routing

Konfigurasi routing secara umum terdiri dari 3 macam yaitu:
1. Minimal Routing
    Dari namanya dapat diketahui bahwa ini adalah konfigurasi yang paling sederhana tapi mutlak diperlukan. Biasanya minimal
routing dipasang pada network yang terisolasi dari network lain atau dengan kata lain hanya pemakaian lokal saja. 

2. Static Routing 
     Konfigurasi routing jenis ini biasanya dibangun dalam network yang hanya mempunyai beberapa gateway, umumnya tidak lebih dari 2 atau 3. Static routing dibuat secara manual pada masing-masing gateway. Jenis ini masih memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil. Stabil dalam arti kata jarang down. Jaringan yang tidak stabil yang dipasang static routing dapat membuat kacau seluruh routing, karena tabel routing yang
diberikan oleh gateway tidak benar sehingga paket data yang seharusnya tidak bisa diteruskan masih saja dicoba sehingga menghabiskan bandwith. Terlebih menyusahkan lagi apabila
network semakin berkembang. Setiap penambahan sebuah router, maka router yang telah ada sebelumnya harus diberikan tabel routing tambahan secara manual. Jadi jelas, static routing tidak mungkin dipakai untuk jaringan besar, karena membutuh effort yang besar untuk mengupdatenya.

3. Dynamic Routing
     Dalam sebuah network dimana terdapat jalur routing lebih dari satu rute  untuk mencapai tujuan yang sama biasanya menggunakan dynamic routing. Dan juga selain itu network besar yang terdapat lebih dari 3 gateway. Dengan dynamic routing, tinggal menjalankan routing
protokol yang dipilih dan biarkan bekerja. Secara otomatis tabel routing yang terbaru akan didapatkan. Seperti dua sisi uang, dynamic routing selain menguntungkan 
juga sedikit merugikan. Dynamic routing memerlukan routing protokol untuk membuat tabel routing dan routing protokol ini bisa memakan resource komputer.

Labels:

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan CLI

     CLI (Command-Line interface) adalah suatu interface dari user ke router menggunakan perintah berbasis teks. CLI menggunakan struktur berhirarki. Struktur ini membutuhkan user untuk memasuki suatu mode tertentu untuk menjalankan suatu perintah. Perintah perintah dalam CLI hanya berlaku untuk satu mode saja, sehingga apabila user tidak dalam kondisi mode tersebut maka user tidak dapat memberikan perintah tersebut ke router.
Administrator memberikan perintah ke router melalui software terminal emulation (hyperterminal). Perintah tersebut dilakukan sesuai denganprompt yang menandakan pada mode mana router sedang bekerja.
     IOS menyediakan sebuah command intepreter yang disebut command executive (EXEC). Setelah perintah EXEC ini dimasukkan, EXEC akan mengvalidasi dan menjalankan perintah. Untuk memberikan keamanan, EXEC dibagi menjadi dua level. Level tersebut adalah user EXEC mode dan privileged EXEC mode. 
- User EXEC mode memperbolehkan hanya beberapa perintah monitoring terbatas. Sering disebut mode view only . User mode tidak memperbolehkan perintah apapun yang dapat mengganti konfigurasi router. User mode dapat diidentifikasi dengan prompt > . 

- Privileged EXEC mode mampu mengakses seluruh perintah router. Mode ini dapat dikonfigurasi untuk membutuhkan password ketika user akan mencoba mengaksesnya. Global configuration mode dan mode lainnya dapat diakses setelah user mengakses mode ini. Untuk mengakses privileged exec mode dari user exec mode
menggunakan perintah enable , untuk sebaliknya menggunakan perintah disable.
Global configuration mode digunakan pada router untuk mengaplikasikan perintah konfigurasi yang berefek pada keseluruhan router. Perintah berikut ini memindahkan dari mode privileged ke
global configuration mode.
Router#configure terminal
Router(config)# 
Dari global configuration mode dapat masuk ke menu configuration yang lain. Ketika mode specific dimasuki, prompt pada router akan berubah yang mengindikasikan mode configuration yang sekarang berjalan. Untuk kembali ke global configuration mode ketiklah perintah exit . Tekanlah Ctrl+Z untuk keluar dari configuration mode dan kembali ke privileged mode.

- Mengkonfigurasi Nama Router 
   Ketika pertama dikonfigurasi, router harus diberi nama yang unik. Tugas ini dapat dilakukan pada global configuration mode. Perintahnya adalah sebagai berikut
Router(config)#hostname < namahost>

- Mengkonfigurasi Password Router
   Password membatasi akses ke router. Password seharusnya dikonfigurasi untuk jalur virtual terminal (melalui telnet) dan console. Password juga digunakan untuk membatasi akses ke privileged mode
sehingga hanya user yang berhak saja yang dapat mengaksesnya. Perintah dibawah ini digunakan untuk memberikan password ke port console.
Router(config)#line console 0
Router(config-line)#password <password>
Router(config-line)#login
Password juga diberikan ke satu atau lebih virtual terminal (VTY) untuk pengguna yang mengakses router melalui telnet. Biasanya router mendukung 5 jalur vty yang diberi nama vty 0 sampai dengan vty 

- Masing masing jalur dapat diberi password yang sama atau berbeda 
    Dibawah ini perintah untuk memberikan password pada virtual terminal. 
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#password <password>
Router(config-line)#login
Enable password dan enable secret digunakan untuk membatasi akses ke privileged mode. Enable password digunakan jika enable secret belum diset. Direkomendasikan menggunakan enable secret karena Modul NTW.OPR.200.(2).A 65 dilakukan enkripsi terhadap passwordnya. Perintah dibawah ini
digunakan untuk memberikan enable password dan enable secret.
Router(config)#enable password <password>
Router(config)#enable secret <password>

Modul NTW.OPR.200.(2).A 65
dilakukan enkripsi terhadap passwordnya. Perintah dibawah ini
digunakan untuk memberikan enable password dan enable secret.
Router(config)#enable password <password>
Router(config)#enable secret <password>

- Menjalankan Perintah Show 
   Ada banyak perintah show yang dapat digunakan untuk memastikan isi dari konfigrasi yang telah diberikan. Pada priviliged maupun user mode dapat diketik perintah show ? untuk menampilkan perintah apa saja yang dapat dijalankan setelah perintah show. Dibawah ini beberapa contoh perintah show yang dapat dijalankan.
-)show interface 
menampilkan seluruh statistik untuk seluruh interface pada router. Untuk melihat interface yang khusus , ketiklah perintah show interface diikuti nama interfacenya . Untuk contoh:
Router#show interfaces serial 0/1
-)show controller serial
menampilkan informasi spesifik dari hardware interface. 
-)show clock
menampilkan waktu yang diset pada router.
-)show host
menampilkan cached list yang berisi nama host dan alamatnya.
-)Show users
menampilkan seluruh user yang terhubung ke router.
-)Show history
menampilkan perintah perintah yang telah dimasukkan.
-)Show flash
menampilkan informasi mengenai memory flash dan IOS yang disimpan didalamnya.
-)Show version
menampilkan informasi mengenai router dan IOS yang tersimpan dalam RAM.
-)Show ARP
menampilkan ARP table dari router.
-)Show protocol
menampilkan status global dan interface yang telah dikonfigurasi menggunakan alamat layer 
-)Show startup-configuration
menampilkan konfigurasi yang
telah tersimpan pada NVRAM.
-)Show running-configuration
menampilkan konfigurasi yang
berjalan dan disimpan pada RAM.

Mengkonfigurasi RIP
Routing Information Protocol (RIP) dikonfigurasikan dengan
memberikan perintah.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network <network address>
Perintah yang kedua diberikan sebanyak jumlah network yang terhubung ke router tersebut secara langsung. Alamat jaringan yang dimasukkan adalah network address bukan subnet address atau alamat
IP Address salah satu host.

Sekian dan Happy Learning :)

Labels:

Thursday, 17 June 2021

Bandwidth Management Simple Queue vs Queue Tree

Mekanisme Bandwidth Management 
• Bandwidth Management adalah implementasi antrian, sehingga fungsi ini dikenal dengannama Queue.Pokok Permasalahan 
• Internet menjadi salah satu kebutuhan 
yang sangat penting di dalam kehidupan 
manusia. 
• Semakin banyak kebutuhan Internet di 
kehidupan manusia sehari-hari.

Bandwidth Management 
• Perlu adanya pengaturan pada konsumsi
bandwidth yang ada
• Mikrotik sudah sangat populer untuk
melakukan tugas ini
• Sudah lebih dari satu dekade fitur ini
digunakan dan tetap dikembangkan sampaisaat ini
• Banyak fungsi yang bisa digunakan : 
– HTB 
– Queue type 
– Burst
Contoh Ilustrasi BM 
Incoming traffic (Ingress) tidak bisa dikontrol 
• Pengaturan bandwidth dilakukan pada 
outgoing traffic (Egress).

Fungsi bandwidth management di Mikrotik sudah include di system RouterOS dengan dua metode :
Simple Queue : Implementasi termudah
melakukan bandwith management,dengan menu dan konfigurasi yang sederhana.
Queue Tree : Implementasi bandwidth
management yang lebih kompleks dan lebih fleksible untuk kondisi tertentu.

Note: Disarankan untuk memilih salah satu metodesupaya proses BM tidak tumpang tindih. 

Urutan Rule Simple Queue 
• Urutan rule pada simple queue sangat 
berpengaruh. 
• Seperti mengimplementasikan firewall, urutan rule di simple queue dibaca urut dari atas ke bawah. 
• Untuk rule yang spesifik, (mis: bandwith ke tujuan tertentu) diletakkan di posisi atas supaya dijalankan terlebih dahulu. 
– Dengan kata lain rule paling atas menjadi rule prioritas.
• Pastikan rule bypass ada di posisi diatas 
rule lain yang sifatnya general. 
• Indikator urutan rule ada di sisi pojok kiri.
Queue Tree.

Queue Tree merupakan salah satu metode menjalankan Bandwith Management dengan fleksibilitas yang cukup tinggi. 
• Seiring dengan fleksibilitasnya, metode ini diarasa terlalu kompleks. 
• Untuk menjalankan Queue Tree, sebelumnya kita harus membuat Firewall Mangle. 
• QueueTree tidak dapat berjalan tanpa 
mangle.

Labels:

Wednesday, 16 June 2021

Pengertian dan Penjelasan Mikrotik

       Pengertian dan Penjelasan Mikrotik
Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah 
perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini.
mungkin teman teman bertanya apa sich 
mikrotik itu dan apa sich fungsinya berikut penjelasan nya.
MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan 
untuk menjadikan komputer menjadirouter network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IPnetwork dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, provider hotspot, & warnet..Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa 
layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani. pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat 
populer di Indonesia.
Pertanyaan Nya Sekarang Kenapa Menggunakan Mikrotik?
Seperti penjelasan di atas, mikrotik merupakan router yang handal, yang mampu memberikan kelebihan pada sistem jaringan kita, karma dengan menggunakan mikrotik maka jaringan kita 
akan lebih stabil. Belakangan ini banyak usaha warnet yang menggunakan mikrotik sebagai routernya, dan hasilnya mereka merasa puas dengan apa yang diberikan mikrotik. Terlebih kemajuan dunia wireless yang menyajikan berbagai macam pelayanan mulai melirik benda yang satu ini Banyak Fitur yang bisa di dapatklan di mikrotik ini
 Firewall dan NAT
 Routing – Static routing
 Data Rate Management
 Hotspot
 Point-to-Point tunneling protocols
 Simple tunnels
 IPsec
 Web proxy
 Caching DNS client
 DHCP
 Universal Client
 VRRP
 UPnP
 NTP
 Monitoring/Accounting
 SNMP
 M3P
 MNDP
 Tools
Kemampuan yang di tawarkan oleh mikrotik sebagai router yang handal hampir tidak bisa di percaya, dari mulai management bandwidth, data user,bahkan mikrotik mampu menggabungkan 2 line Speedy atau lebih kedalam satu router (load balance) yang pastinya akan mempercepat koneksi Internet kita, dan halaman web login yang mengagumkan.
FUNGSI 
     Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch Switchmerupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagiAppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil 
ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut denganinternetwork atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa ubnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsistektur jaringan, 
seperti halnya dari Ethernet ke token ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subsciber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang 
digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga 
dengan DSL router. Router-routerjenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut 
juga dengan packet-filtering raouter. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Labels:

Tuesday, 15 June 2021

Berikut Kumpulan Perintah-perintah Dasar Mikrotik RouterOS Yang Wajib Kamu Ketahui

     Kumpulan Perintah-perintah Dasar Mikrotik RouterOS - Bagi anda yang baru belajar menggunakan Mikrotik pasti masih bingung dengan perintah (command line) yang digunakan pada RouterOS
     Padahal banyak perintah-perintah dasar Mikrotik yang penting dan wajib diketahui agar anda dapat menggunakan Mikrotik RouterOS dengan baik. 
     Sebenarnya perintah–perintah dasar MikroTik RouterOS tidak jauh berbeda dengan perintah dasar pada linux umumnya. Karena sebetulnya mikrotik ini merupakan perkembangan dari kernel 
linux Debian.

Perintah shell Mikrotik RouterOS sama dengan linux, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. 
     Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.

Berikut ini merupakan perintah perintah dasar Mikrotik yang umum digunakan : 

1. Perintah untuk shutdown dan restart computer , ketikkan :
[admin@MikroTik]>system shutdown (Untuk shutdown komputer )
[admin@MikroTik]>system reboot (Untuk restart computer )
[admin@MikroTik]>system reset (Untuk mereset konfigurasi yang sudah dibuat sebelumnya). Dan perlu diperhatikan bahwa perintah – perintah tersebut harus dilakukan pada direktori admin.

2. Perintah untuk merubah nama mesin Mikrotik , ketikkan :
[admin@MikroTik]>/system identity
[admin@MikroTik]>system identity > set name=proxy Untuk melihat hasil konfigurasi , ketikkan “print” atau “pr”
Contok [admin@MikroTik]system indentity>pr name:”proxy”
Lalu console berubah menjadi [admin@proxy]

3. Perintah merubah password mesin MikroTik , ketikkan
[admin@proxy]>/ password
[admin@proxy]password>old password (jika sebelumnya anda belum mengeset password maka ketikkan kosong)
[admin@proxy]password>new password :……(ketikkan password yang baru)
[admin@proxy]password>retype new password: ……..(masukkan sekali lagi passowrdnya)
Sebagai contoh :
Jika password lama kosong dan password baru ABCD, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
[admin@proxy]>/password
[admin@proxy]password>old password
[admin@proxy]password>new password ABCD
[admin@proxy]password>retype new password ABCD

4. Perintah untuk melihat kondisi interface pada Mikrotik Router :
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik]>Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi etherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface
 [admin@Mikrotik] > interface(enter)
b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau tersenamanya),maka:
[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
 [admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip [admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
 [admin@Mikrotik] > /interface print
 Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
 # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
 0 R Local ether 0 0 1500
 1 R Public ether 0 0 1500

5. Perintah untuk melihat paket sofwtware MikroTik OS :
[admin@proxy]>/system package
[admin@proxy]system package><ketikkan print atau pr> 
Dengan perintah diatas maka akan tampil paket softwore yang ada dalam MikroTik Os 
Contoh :
[admin@MikroTik system package> pr 
Flags : x – disabled

Labels: